Tampilkan postingan dengan label Stars Art. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stars Art. Tampilkan semua postingan

Serba-serbi Bahasa Tubuh Berbagai Negara

foto : BBC

BERWISATA mengunjungi negara-negara lain memang menyenangkan. Namun jangan lupakan, berbeda negara, berbeda budaya pula, termasuk bahasa tubuh.

Bahasa tubuh di satu negara bisa memiliki arti yang jauh berbeda dengan negara lain. berikut beberapa bahasa tubuh yang dapat diingat ketika mengunjungi negara-negara lain, seperti dikutip dari BBC, Rabu (2/11/2011).

1. Di Asia, menyentuh atau menunjuk menggunakan kaki akan dianggap sangat tidak sopan, karena kaki adalah bagian yang memiliki 'kasta' terendah dalam tubuh. Apabila Anda tidak sengaja melakukan ini, minta maaflah sambil menyentuh tangan orang tersebut kemudian sentuh kepala Anda sendiri. Kaki juga tidak diperkenankan berada di atas meja atau kursi ketika sedang duduk. Sebaliknya, menyentuh kepala orang di Asia juga sangat tidak sopan, terutama terhadap orang yang lebih tua. Kepala dianggap sebagai bagian tertinggi dalam tubuh.

2. Bersalaman, adalah cara untuk memulai perkenalan dengan orang asing. Di Fiji, hal ini bahkan menjadi tradisi tetap. Bersalaman dengan warga Fiji dapat berlangsung cukup lama, biasanya bahkan hingga percakapan Anda dengan orang Fiji tersebut berakhir.

3. Di Nepal, melangkahi kaki orang yang sedang duduk berselonjor adalah perilaku yang sangat buruk. Jangan lupa bila berkunjung ke kuil, jangan duduk di bantal biarawan, meskipun sedang tidak ada yang duduk disana. ketika berkeliling kuil, berjalan searah jarum jam sangat dianjurkan.

4. Ketika berkesempatan mengunjungi Jepang, jangan lupa untuk berendam di onsen, pemandian air panas khas Jepang. Penting untuk diingat, sebelum berendam di onsen, bilas bersih dulu tubuh Anda, karena onsen akan digunakan beramai-ramai bersama pengunjung lain.

5. Orang Italia sangat ekspresif dalam bahasa tubuh. salam pertemuan mereka tidak hanya genggaman tangan, tapi juga mencium pipi kanan dan kiri. Berdorong-dorongan di tempat publik tidak dianggap kasar di Italia, hanya hal biasa untuk menunjukkan keakraban di antara mereka.

6. Berjabat tangan di ambang pintu dianggap sial di Rusia. Jadi ketika Anda menginap di sebuah hotel di Moskow, hindari berbicara atau berjabat tangan dengan petugas hotel di ambang pintu.

7.Di India, bahasa tubuh lebih banyak berekspresi daripada berbicara langsung. Jangan heran apabila Anda menemukan warga India yang lebih sering menggerakkan tubuhnya, dengan banyak gerakan kepala dan tangan untuk menyatakan perasaannya dibanding berbicara langsung.

8. Di Inggris, menunjukkan jari tengah dan telunjuk bersamaan dengan telapak tangan menghadap ke arah Anda akan dianggap sangat tidak sopan, kurang lebih sama artinya dengan menunjukkan jari tengah di Amerika Serikat.

9. Seperti di Fiji, salam di Maroko juga dapat berlangsung lama. pertama adalah bersalaman dengan tangan kanan kemudian menyentuh ke arah dada kiri (jantung), untuk menyatakan 'senang bertemu dengan Anda'. Kemudian dilanjutkan dengan mencium pipi kanan dan kiri (meskipun hanya diperbolehkan sesama laki-laki atau perempuan) dan mengucapkan hal-hal seperti "Apa kabar?" "Bagaimana kabar orangtua Anda" dan "Baraka! (ucapan selamat)".

Tarian Burung Hebohkan Wisuda ITB

Foto : Penari burung yang menyambut para wisudawan ITB/Iman Herdiana (okezone)

BANDUNG - Wisuda Institut Teknologi Bandung (ITB) 201 dihebohkan oleh puluhan penari yang mengenakan kostum menyerupai burung.

Para penari yang tidak lain adalah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR) Fakultas Seni Rupa Desain (FSRD) ITB itu mulai menari sekira pukul 11.00 WIB.

Mereka berjalan dari lapangan parkir Sabuga dan berhenti di pintu masuk utama Sabuga. Kostum yang mereka kenakan berwarna-warni dengan motif dan atribut burung, lengkap dengan sayap dan paruh burung.

Di depan pintu utama, mereka membentuk formasi tarian yang diiringi suara burung yang bersumber dari alat musik tiup terbuat dari bambu. Sambil menari, mahasiswa juga menyuarakan lengkingan mirip burung.

Tarian berjudul Behind the Sky itu juga diiringi tetabuhan dari berbagai peralatan yang mirip gamelan. Formasi tari mereka bermacam-macam, kadang berkerumun kadang berbaris memanjang di kiri dan kanan pintu utama untuk menyambut wisudawan.

Sesekali di sela tarian mereka berteriak "Seni Rupa-Seni Rupa". Seorang penari juga mengibar-ngibarkan bendera hitam KMSR ITB.Aksi mereka tentu saja menarik perhatian ratusan wisudan dan pengantar wisuda tengah menunggu di sekitar Sabuga. Tarian itu menjadi sajian hiburan gratis.

Sonya (18), salah seorang penari menjelaskan, aksi tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk sambutan terhadap wisuda. Aksi terkait acara besar yang dihelat KMSR FSRD ITB bertema Pirates of World.

"Judul tariannya Behind the Sky. Artinya, burung itu bebas dan lepas. Mahasiswa juga harus seperti burung, biarkan mereka bebas," terang Sonya, saat ditemui di sela tarian, Sabtu (29/10/2011).

Jumlah penari dalam acara wisuda sebanyak 80 orang. Semuanya mahasiswa FSRD angkatan 2011. "Selanjutnya kita akan konvoi menuju ITB," ujarnya.

Di ITB, aksi mereka akan dipusatkan di tengah Kampus ITB, tepatnya di Intel (Indonesia Tenggelam). Di sana telah menanti ratusan penari yang akan memeriahkan acara Pirates of World.

PMR Cube Dukung Perkembangan Seni Rupa Indonesia

Seni rupa Indonesia. (Foto: Wordpress)

DUNIA seni rupa Indonesia semakin bersinar. Terbukti, beragam ajang seni rupa banyak dihelat. Salah satunya, PMR Cube akan segera menyapa pencinta seni rupa dan fesyen Tanah Air, Desember mendatang.

Sebuah acara seni rupa kontemporer dan fesyen, PMR Cube akan berlangsung selama lima hari mulai 1-6 Desember 2011 di Gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta.

Acara PMR Cube diselenggarakan oleh penerbit Mobiliari Media Group, dengan salah satu anak perusahaannya yang berbasis di Singapura, yaitu Majalah PMR. Acara ini diharapkan dapat menarik 9.500 pengunjung untuk menikmati lebih dari 100 karya seni rupa baru, "Contemporary Culture Interplay".

Menurut Millie Stephanie selaku CEO dari Mobiliari Media Group, yang juga menerbitkan Indonesia Tatler, PMR Cube merupakan sebuah ajang tepat untuk mendukung perkembangan dunia seni rupa Indonesia saat ini.

"Dibutuhkan ajang lokal, regional dan internasional agar mendapatkan sorotan kuat untuk jadi pusat perhatian penjuru dunia," kata dia dalam siaran pers yang diterima okezone, Selasa (25/10/2011).

Kurator seni rupa dalam acara ini adalah Jim Supangkat, pria kelahiran Makassar itu merupakan pendiri Indonesia New Art Movement pada 1975, dan telah dianugerahi the Prince Claus Award dalam penghargaan budaya 1997.

Jim Supangkat akan didampingi oleh Asmudjo Jono Irianto, juga kurator fesyen Dian Muljadi, dan Sebastian Gunawan. Lorenzo Rudolf, Direktur Pameran Art Basel (pameran seni rupa bertaraf internasional tahunan di Switzerland) akan menjadi bagian dari acara ini. Dia akan menjadi tuan rumah pada acara puncak (penutupan) PMR Cube, sebelum kemudian mempersiapkan Art Stage Singapore pada Januari 2012.

Art Stage Singapore adalah ajang seni rupa internasional yang akan menampilkan karya-karya terbaik Asia dengan seniman dan galeri yang mengagumkan.