Wow, Perputaran Uang di Warteg Sebulan Capai Rp450 M

Ilustrasi. Foto: Heru Haryono/okezone

NUSA DUA - Bisnis kuliner memang bisnis yang paling menjanjikan. Selain mudah, bisnis makanan menjadi salah satu yang paling dicari masyarakat karena merupakan kebutuhan primer.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menjelaskan, dirinya pernah menghitung bagaimana potensi ekonomi cukup besar dalam bisnis Warung Tegal (warteg).

"Uang yang berputar di Warteg di Jakarta, satu bulan nilainya mencapai Rp450 miliar," sebutnya, saat membuka Pameran Pangan Nusa 2011, di Nusa Dua, Bali, Selasa (1/11/2011).

Oleh karena itu, jika makanan khas bisa diangkat sebagai identitas daerah, maka ke depan akan berdampak positif bagi perekonomian lokal.

Selain itu, ditambahkannya, peran Usaha Kecil Mikro (UKM) juga penting dalam mengenalkan atau mempromosikan potensi kuliner Indonesia tidak hanya ditingkat regional, nasional hingga global.

"Potensi produk pangan Indonesia sangat besar karena memiliki cita rasa hampir serupa dengan negara di kawasan ASEAN lainnya dengan keunikan dan lebih beragam," katanya.

Profesor Ini Palsukan 30 Data Penelitian

Ilustrasi : Corbis

TILBURG – Tilburg University dan University of Groningen di Belanda akan mengambil tindakan hukum terhadap salah satu profesor mereka. Hal ini dilakukan menyusul hasil penyelidikan yang menyimpulkan sang profesor terbukti memalsukan data dalam 30 penelitian ilmiah.
Dalam laporan awal, komite penyelidik menyebutkan penipuan yang dilakukan Diederik Stapel cukup banyak dan mengejutkan. Bulan lalu, profesor ilmu sosial dan perilaku di Tilburg University ini diskors setelah muncul keraguan tentang penelitian yang menyimpulkan, memakan daging membuat manusia menjadi anti-sosial dan egois.

Penyelidikan menunjukkan keraguan muncul di 30 penelitian akademis yang ditemukan Stapel dan dirilis oleh jurnal ilmiah ternama. Secara total, komite menyelidiki 150 makalah yang dikerjakan Stapel sejak 2004. Saat itu, dia masih bekerja di Groningen University.

Komite Penyelidikan juga menuduh Stapel menyalahgunakan posisinya dengan merusak reputasi peneliti muda yang bekerja bersamanya. Dutchnews pada Rabu (2/11/2011) menyebutkan, 14 disertasi dari mahasiswa pascasarjana yang dibimbing Stapel menggunakan data palsu tersebut.

“Stapel telah memperdaya rekan-rekannya untuk kemuliaannya. Dia berbohong kepada mereka dan tidak bisa lagi bangga atas hasil publikasi mereka,” jelas Ketua Komite Penyelidik, Pim Levelt seperti dikutip dari Dutchnews, Rabu (2/11/2011).

Sementara itu, dalam tanggapan tertulisnya yang di situs Brabants Dagblad, Stapels mengaku telah gagal sebagai seorang peneliti dan akademisi.

“Saya sadar sekarang bahwa perilaku ini telah mengejutkan dan membuat marah rekan-rekan, dan membuat keahlian saya dalam bidang psikologi sosial dalam kondisi yang buruk. Saya malu dan sangat menyesal atas hal ini," tulisnya.

Sang Peramal Kiamat Akhirnya Menyerah

Foto : Para pengikut Harold Camping (AFP)

OAKLAND - Kakek peramal kiamat Harold Camping yang sudah gagal dalam meramalkan kiamat akhirnya menyerah. Dirinya juga mundur dari siaran radio Kristiani asal California tersebut.

"Hal ini tampak memalukan bagi Famili Radio. Namun, Tuhan tampaknya memiliki kehendak lain, Tuhan membiarkan apapun yang terjadi. Dia dapat menghentikan apapun yang diinginkannya," ujar Camping, seperti dikutip Daily Mail, Rabu (2/11/2011).

"Seharusnya saya tidak memprediksikan hal ini, dan saya meminta maaf atas sikap saya," tambahnya.

Sebelumnya, pria berusia 90 tahun ini memprediksikan, Hari Penghakiman akan jatuh pada 21 Mei, lalu dirinya pun meralat ulang perkataannya dengan mengatakan, kiamat jatuh pada 21 Oktober.

Saat ini, Camping pun memutuskan untuk mundur dari aktivitasnya yakni, memprediksikan hari kiamat dan mengakui perbuatan yang dilakukannya sangat memalukan. Camping diejek ketika dirinya mengklaim, umat manusia akan binasa dalam sebuah gempa bumi.

Kakek itu juga dikabarkan menderita stroke pada 21 Mei setelah dirinya gagal memprediksikan hari kiamat.

Para pengikut Camping juga sudah mendonasikan apapun yang mereka miliki setelah mereka mendengar adanya prediksi kiamat tersebut. Banyak dari mereka yang akhirnya berhenti bekerja, hanya untuk membantu Camping menyebarkan berita kedatangan Hari Penghakiman itu.

Pendidikan Mental Terlalu Singkat, Hasilkan "Polisi Monster"

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Seorang guru ngaji di Sidoarjo, Riyadhus Sholikin, tewas ditembak mati polisi. Kebrutalan aparat ini diduga akibatnya singkatnya pendidikan mental yang dienyam para penegak hukum.

Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane berpendapat, untuk menghasilkan polisi yang berkualitas diperlukan pendidikan mental yang cukup.

“Polisi kita dididik sangat singkat, hanya tiga bulan. Itu yang melatarbelakangi mereka tidak profesional. Minimal setahun lah, kursus menjahit saja enam bulan. Ini yang menyebabkan polisi kita menjadi monster,” kata Neta, Selasa (1/11/2011) malam.

Karena itu, Neta menyarankan agar polisi memperbaiki mekanisme pendidikan bagi polisi muda ini untuk dididik lebih lama. “Kalau pendidikan dasarnya buruk, saat mereka jadi perwira juga dipastikan mentalnya juga acak adut,” ujarnya.

Mengenai singkatnya masa pendidikan ini, polisi selalu beralasan minimnya anggaran. Jika demikian, kata dia, polisi bisa menyiasatinya dengan tidak terlalu sering melakukan perekrutan.

“Kalau begitu enggak perlu setiap tahun merekrut polisi, cukup tiga tahun sekali misalnya, asal pendidikan mentalnya benar,” ungkapnya. Polisi, dalam hal ini tidak perlu mengejar rasio, satu personel polisi berbanding 500 orang penduduk.

Yang terpenting, kata Neta, dihasilkan polisi yang berkualitas sebagai pengayom dan pelindung masyarakat bukan musuh bahkan pembunuh masyarakat.